Skip to main content

Badak Putih Utara Jantan Terakhir Di Dunia


Science Insider - Badak putih utara jantan terakhir di dunia haruskah diselamatkan?

Sudan, badak berusia 45 tahun dan badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni) jantan yang terakhir, dilaporkan sedang sakit akibat dua infeksi di kaki kanannya, dilaporkan Ol Pejeta Conservancy, tempat perlindungan satwa liar di Kenya.

Badak putih utara hanya tersisa 3 di dunia, Sudan(jantan), Putrinya Najin, dan Futu cucunya. Tak satupun dari mereka memungkinkan untuk bereproduksi secara alami. Najin sudah terlalu tua untuk menanggung "berat laki-laki kawin" atau membawa kehamilan, sementara Fatu memiliki masalah rahim.

Untuk menyelamatkan subspesies hewan ini, pelestarian menggunakan cara buatan.
Misalnya, mereka menggunakan sperma dan telur yang diambil dari badak putih utara, termasuk Sudan dan badak lainnya yang baru Mati untuk mencoba mengembangkan pembiakan in vitro badak (IVF).

Strategi ini bergantung pada pengelolaan untuk menyuburkan telur badak putih utara di laboratorium dan berhasil menanamkannya pada ibu pengganti dari subspesies badak badak selatan (Ceratotherium simum simum).

Tapi menurut organisasi Save The Rhino, "Perhatian lebih baik daripada mengobati". Organisasi tersebut berpendapat bahwa subspesies putih utara telah punah secara fungsional; Menyelamatkannya dengan IVF dan surrogacy lebih mirip dengan menghidupkan kembali mammoth wol yang telah mati daripada menyelamatkan subspesies yang terancam punah.

Lebih jelas lagi maksud dari organisasi ini, berfokus pada upaya pencegahan perburuan --- tanduk badak didambakan karena "khasiat obatnya", yang hanya merupakan mitos --- dan habitatnya akan lebih bermanfaat bagi spesies badak lainnya yang memiliki kesempatan lebih baik untuk bertahan hidup.

Namun, Stejskal, direktur komunikasi Dan proyek international kebun binatang Dvůr Králové di Republik Ceko, dan peneliti lainnya yang aktif dalam proyek IVF melihatnya secara berbeda. Sebagian besar sumbangan untuk menyelamatkan badak putih utara berasal dari pihak-pihak yang lebih tertarik pada pengembangan teknologi IVF untuk spesies yang berbeda daripada konservasi badak pada khususnya.

Kalau penelitian ini dapat dikembangkan, bisa membantu program penyelamatan subspesies badak yang terancam punah lainnya, terutama badak Jawa, Sumatera dan hitam.

Berita naiknya, baru-baru ini dengan pengobatan Sudan sudah bisa merumput, bahkan berkubang di lumpur lagi.

Nah, bagaimana menurutmu? Haruskah kita menyelamatkan badak putih utara atau fokus untuk mengurangi peluang punahnya subspesies lainnya?

Comments

Popular posts from this blog

Kru Baru Di ISS

Science Insider - CIMON Bakal Menjadi Kru Baru Di Stasiun Luar Angkasa Internasional Apa itu ISS? ISS merupakan stasiun ruang angkasa internasional yakni sebuah fasilitas riset internasional yang diluncurkan di orbit Bumi. ( http://www.tribunnews.com/iptek/2010/09/24/apa-itu-iss ) CIMON, semacam alat tiga dimensi yang terbuat dari logam dan plastik dengan bentuk bola. Oleh perancangnya, CIMON dijuluki sebagai “otak terbang”. Bobotnya 5 kg. Pembuatan CIMON merupakan hasil kerja sama antara Airbus dengan IBM selaku penyedia teknologi AI (Artificial Intelligence). Untuk mempermudah interaksi antara CIMON dengan para astronot, CIMON dibekali kemampuan untuk merespons suara dan wajah para astronot. Dalam "tubuh" CIMON juga terpasang layar yang menyediakan data-data penting bagi astronot. Keahlian lain CIMON adalah sanggup melayang bebas di ISS yang nir-gravitasi. Kecerdasan buatan yang disematkan pada CIMON sangat mirip dengan cara kerja otak manusia. CIMON memilik...

Utsman bin Affan, Sahabat Rasulullah yang 'Juga' Berjasa Membukukan Al-Qur'an

Science Insider - Utsman adalah khalifah ketiga yang memerintah dari tahun 644 (umur 69–70 tahun) hingga 656 (selama 11–12 tahun). Selain itu sahabat nabi yang satu ini memiliki sifat lemah lembut, tutur kata yang baik, dan sangat pemalu. Utsman bin Affan adalah sahabat nabi dan juga khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin. ia dikenal sebagai pedagang kaya raya dan ekonomi yang handal namun sangat dermawan. Banyak bantuan ekonomi yang diberikannya kepada umat Islam di awal dakwah Islam. Ia mendapat julukan Dzun Nurain yang berarti yang memiliki dua cahaya. Julukan ini didapat karena Utsman telah menikahi puteri kedua dan ketiga dari Rasullah yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Usman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani Umayyah. Nama ibunya adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. ia masuk Islam atas ajakan Abu Bakar dan termasuk golongan As-Sabiqun al-Awwalun (golongan yang pertama-tama masuk Islam). Rasulullah sendiri menggambarkan Utsman bin Affan sebagai pribadi...

Sumeria, Sebuah Peradaban Kuno Dengan Raja yang Berkuasa Selama Puluhan Ribu Tahun

Science Insider - Sumeria merupakan sebuah peradaban kuno di Mesopotamia selatan, pada masa kini di selatan Irak, selama masa Chalcolithic dan Abad Perunggu Awal. Meskipun spesimen-spesimen terawal di daerah ini tidak lebih jauh dari sekitaran tahun 2500 SM, sejarahwan - sejarahwan modern berpendapat bahwa Sumer ditinggali secara permanen dari sekitaran tahun 5500 hingga 4000 SM oleh orang orang non Semit yang berkomunikasi menggunakan Bahasa Sumeria. Peradaban yang kokoh perdana di daerah Sumer, mengeringkan rawa-rawa untuk keperluan bercocok tanam, mengembangkan perdagangan, dan membangun industri, termasuk diantaranya tenunan, kerajinan kulit, besi, pertukangan batu dan kerajinan tembikar.Mereka telah mengenal bercocok tanam dan sudah memiliki sistem pengairan. Bangunan-bangunan mereka dibuat dari lumpur. Mereka menganut agama politheisme. Bangsa Sumeria merupakan bangsa yang pertamakali mendiami kawasan Mesopotamia, sehingga bangsa Sumeria pantas disebut sebagai penduduk as...